Minggu, 06 Desember 2009

Kontra Wacana "Bendera"

Anda percaya apa yang dilakukan LSM Bendera? Saya tidak. Justru, saya menduga sedang ada semacam operasi intelejen sederhana. Agak berlebihan memang dugaan ini, tapi siapa tahu ada benarnya? Kalau berkaca pada peristiwa lalu dan disandingkan dengan politik citra SBY-Boediono, rasa-rasanya akan ketemu benang merahnya.
Misalnya, dulu ada isu istri Boediono beragama Katolik. Sebenarnya hanya isu saja untuk menggembosi pas pemilihan presiden waktu itu (kalau saya tak salah ingat). Nah, untuk menangkal isu, maka diciptakanlah semacam operasi sederhana. Sebenarnya, sebelumnya tak jelas siapa yang menghembuskan isu itu. Maka, disiapkanlah operasi menyebar hasil wawancara koran di lokasi lawan salah satu cawapres tentang isu istrinya Katolik itu.
Sekarang jelas, akhirnya atas tuduhan itu tim SBY Boed melakukan klarifikasi. Agar kelihatan meyakinkan, mereka menggunakan organisasi Salimah (Persaudaraan Muslimah) underbow PKS untuk menampilkan wajah Islami istri Boediono dengan kerudung. Yang menjadi fokus dalam soal ini adalah cara bagaimana tim SBY-Boed membantah isu dengan strategi kontra wacana. Seperti diketahui belakangan, ternyata, tim sukses SBY-Boed sendiri terlibat melakukan penyebaran itu (Versi TV).
Pola yang hampir sama terjadi dalam kasus Bank Century ini. Awalnya, tak ada yang spesifik menyebut tim SBY menerima kucuran dana dari kasus Bank Century. Sekali lagi tak ada yang spesifik mengatakan itu. Sementara, yang terjadi hanya sekedar wacana, sekedar isu yang beredar di media massa (masyarakat). Untuk mengatakan fitnah, SBY tak punya data orang (lembaga) yang memfitnah itu.
Maka, (di) muncul (kanlah) apa yang disebut LSM Bendera itu. Mereka kini menjadi semacam obyek. “Ini loh lembaga yang memfitnah secara keterlaluan itu”. Lihat, apa yang terjadi setelahnya. Di depan guru guru se-Indonesia, dan disiarkan berberapa stasiun televisi SBY kelihatan prihatin dan merasa terzolimi. Inilah strategi pencitraan, seolah-olah SBY begitu terdholimi. Di kuyo-kuyo, istilah jawanya. Dan memang strategi ini efektif di mata publik. Untuk mendapatkan simpati rakyat. Strategi lama dan sepertinya sudah rada usang.
Sekarang, Anda percaya data LSM Bendera? Saya tidak. Mereka hanya digunakan untuk melegitimasi adanya fitnah. Dan, saya tak yakin mereka akan diproses secara hukum. Seperti wawancara FPI (kalau saya tak salah ingat) di koran yang mengatakan bahwa istri Boediono Katolik walau dengan tanda tanya. Toh, FPI juga nggak di proses hukum kan? Jadi, saya kira semua ini hanya akal-akalan semata. Dan sebuah strategi bahwa SBY banyak difitnah dll. Selanjutnya, simpati publik mengalir. Memang, ini hanya analisis, bisa benar bisa juga salah. Tapi, saya kok agak yakin. Tunggu aja kabar selanjunya, kita akan tahu endingnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut