Kalender suku bangsa Maya berakhir pada 2012, dan sutradara Roland Emmerich menorehkan karya luar biasa dari bencana terbesar umat manusia itu---yang tak seorangpun dari kita dapat bertahan hidup. Itu adalah hari kiamat, dan Emmerich menyajikan kehancuran bumi dalam berbagai cara sehingga ia dapat menguraikan hal ini.
Seperti diharapkan, grafis luar biasa dalam film "2012" melampaui penyampaian ceritanya yang utuh. Film ini sengaja dibuat untuk menghindari fokus pemikiran pada ramalan sejarah, yang hanya mengacu pada prediksi bangsa Maya sebagai konseptual flatform bagi tontonan visual. Ini bukan suatu karya seni, tidak sesuai sejarah seutuhnya, namun gambar yang diformulasikan dimaksudkan hanya untuk menghibur.
"2012" mengambil pesona dan kesempatan lebih besar serta terlalu sulit---naskah dibuat kurang baik, para pelaku yang memberi harapan, ditopang dengan spesial efek---namun yang membuat film ini berbeda dengan lainnya adalah kurangnya sajian dari ramalan, yang datang bukan hanya dari bangsa Maya.
Sejumlah ramalan berakhirnya dunia telah muncul dalam berbagai kemiripan dari seluruh penjuru dunia. Nabi Nuh dan banjir besar dalam tradisi Ibrani ada kemiripan dengan kisah bangsa Sumeria dari Gilgamesh, tenggelam dari banjir besar dunia lain dalam mitos Hindu tentang Manu---hal ini cukup jelas bahwa orang kuno menemukan sesuatu sangat menarik tentang pemikiran bahwa mereka muncul dari dunia yang baru saja tenggelam, dimana suatu hari nanti bisa saja terendam kembali.
Mengapa orang-orang fokus pada penanggalan bangsa Maya? Terobsesi dengan ketepatan waktu, angka dan astrologi, bangsa Maya paling awal menerapkan konsep nol, bahkan kalender mereka lebih akurat dari yang kita miliki. Karena keakuratan mereka, orang-orang sangat tertarik akan ramalan mereka. Pada titik balik matahari musim dingin 2012, matahari akan sejajar dengan celah gelap dari Bima Sakti...Hanya dalam lima tahun terakhir setelah para ilmuwan menemukan bahwa memang ada sebuah lubang hitam pada pusat galaksi kita.
Karakter Woody Harrelson menyebutkan, 2012 juga ditemukan dalam catatan Tiongkok kuno "The Books of Changes" (I Ching), yang umumnya digunakan sebagai ramalan pribadi. Pakar ethnobotani dan faktral waktu, Terrence serta Dennis McKenna menemukan pola faktral mengerikan dalam garfish matematis pada kombinasi yang digunakan untuk menguraikan ramalan.
Dengan meletakkan pola diatas skala waktu, yang diawali dari 'I Ching' pada Dinasti Shang, yang tertinggi dan terendah dari 64 hexagram atau enam-garis telah secara akurat meramalkan runtuhnya Kekaisaran Romawi, penemuan Dunia Baru dan runtuhnya abad ini. Itu semua datang pada tanggal spesifik - 21 Desember 2012.
'I Ching' dari Tiongkok kuno dan bangsa Maya dari Meksiko kuno keduanya menyiratkan secara khusus datangnya hari kiamat. Einstein menyatakan teori Charles Hapgood tentang perpindahan kerak bumi, bahwa pergeseran kerak bumi akan menyebabkan kutub selatan dan utara bergerak kearah khatulistiwa. Penelitian terkini oleh pakar geologi, Adam Halverson Maloof dan Galen membuktikan bahwa pergeseran kutub telah terjadi sebelumnya, setidaknya dua kali pada masa lampau.
Apakah ini hanya kebetulan ataukah merupakan suatu peringatan?
Tak seorangpun menghendaki kemungkinan ini akan terjadi. Keluar dari gedung pertunjukkan, anda mungkin akan merasa jenuh oleh terjadinya kekacauan bencana yang terjadi berulang kali, setelah menyaksikan hari kiamat selama 2 1/2 jam.
Kecepatan kita menghadapi tekhnologi masyarakat modern juga telah melampaui pola pikir. Nabi Nuh membuat perahu karena ia telah menerima wahyu secara langsung dari Tuhan - pada "2012" ilmu pengetahuan yang pada akhirnya akan menyelamatkan umat manusia.
Namun satu fakta yang tetap menentukan --- apabila kutub yang bergeser, bencana di seluruh dunia pasti terjadi, tsunami akan menelan seluruh kota, gempa membelah sejumlah pertokoan, sejumlah meteor akan menghantam gunung-gunung berapi dan banjir besar....sama sekali tidak akan menyenangkan. Ini, bagaimanapun juga, merupakan kisah tentang upaya menusia untuk mempertahankan hidup dan siapapun tidak dapat diselamatkan.
Selasa, 01 Desember 2009
Sabtu, 12 September 2009
Siapakah wanita tercantik atau pria tertampan di dunia?
Artikel ini khusus buat Anda kaum wanita. Tahukah Anda siapa wanita tercantik di dunia ini? Siapakah wanita yang paling beruntung memperoleh anugerah kecantikan yang luar biasa dari Tuhan? Apakah Britney Spears atau Angelina Jolie? Tak diragukan lagi mereka memang cantik dan telah dikenal oleh banyak orang. Tapi tahukah Anda siapa sebenarnya wanita tercantik di dunia ini?
Anda pasti penasaran kan, siapakah gerangan orang yang paling beruntung di dunia ini, yang mempunyai kecantikan yang luar biasa? Dan inilah jawabannya, orang yang paling cantik di dunia ini adalah : A N D A
Saya ulangi Anda. Ya… Anda sendirilah orang yang paling cantik di dunia ini.
Jangan bertanya, kenapa saya mengatakan bahwa Anda lah yang paling cantik. Artikel ini hanya untuk mengingatkan kepada kita semua bahwa untuk menikmati hidup ini, modal pertama dan utama adalah rasa percaya diri dalam diri kita.
Jadi mulai dari sekarang, percayalah pada diri anda sendiri, bahwa anda adalah wanita tercantik atau anda adalah pria tertampan (bagi anda kaum pria) di dunia ini. Dengan begitu, anda bisa menikmati hidup ini dengan lebih percaya diri dan selalu “positive thinking” atas apa yang diberikan Tuhan kepada anda. Yakinlah, Tuhan selalu menciptakan yang terbaik buat hidup kita.
Anda pasti penasaran kan, siapakah gerangan orang yang paling beruntung di dunia ini, yang mempunyai kecantikan yang luar biasa? Dan inilah jawabannya, orang yang paling cantik di dunia ini adalah : A N D A
Saya ulangi Anda. Ya… Anda sendirilah orang yang paling cantik di dunia ini.
Jangan bertanya, kenapa saya mengatakan bahwa Anda lah yang paling cantik. Artikel ini hanya untuk mengingatkan kepada kita semua bahwa untuk menikmati hidup ini, modal pertama dan utama adalah rasa percaya diri dalam diri kita.
Jadi mulai dari sekarang, percayalah pada diri anda sendiri, bahwa anda adalah wanita tercantik atau anda adalah pria tertampan (bagi anda kaum pria) di dunia ini. Dengan begitu, anda bisa menikmati hidup ini dengan lebih percaya diri dan selalu “positive thinking” atas apa yang diberikan Tuhan kepada anda. Yakinlah, Tuhan selalu menciptakan yang terbaik buat hidup kita.
Senin, 13 Juli 2009
SBY, sihir pencitraan, & matinya politik aliran
ADA yang menilai cengeng, ketika beberapa hari menjelang pilpres, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku terkena ilmu sihir, yang kemudian berhasil dilawannya dengan zikir. Sebenarnya itu bukanlah sebuah kecengengan. Dari kacamata strategi komunikasi, SBY tengah menerapkan bagian dari ’’sihir” public relations (PR). Termasuk ketika kubu Cikeas berkali-kali menyatakan telah dikeroyok oleh lawan-lawan politiknya. Padahal koalisi partai pendukung SBY-Boediono jelas jauh lebih besar dibanding partai pendukung Mega-Prabowo maupun JK-Wiranto.
Harus diakui, hasil sementara Pilpres 2009 yang menempatkan pasangan SBY-Boediono unggul mutlak dibanding dua pasangan pesaingnya, tidak terlepas dari ’’sihir” PR yang dirancang dengan sangat cerdas dan dilakukan jauh sebelum pelaksanaan Pilpres 8 Juli 2009. Kinerja konsultan media dan politik, Fox Indonesia, sebagai konseptor dan pelaksana ’’sihir” kubu SBY-Boediono memang layak diacungi jempol.
Berbagai kegiatan pencitraan yang dilakukan SBY maupun iklan-iklan kampanye yang ditebar melalui media media cetak, elektronik, spanduk, selebaran, baliho, dan lain-lain, sungguh telah melahirkan ’’sihir” nan dahsyat terhadap seluruh lapisan masyarakat. Bahkan ’’sihir” itu bersifat lintas usia, suku, agama, golongan, dan partai politik.
Strategi Fox Indonesia yang notabene hanya ’’menjual” dan ’’mengeksploitasi” sosok SBY sebagai magnet utama selama masa kampanye pilpres, tampaknya merupakan pilihan tepat dan cerdas. Kepintaran, kegagahan, dan kewibawaan SBY di sempurnakan dengan jurus-jurus PR yang mengatur segala aspek, mulai dari cara tersenyum, gerak tangan, warna baju, nada bicara, intonasi pada kalimat-kalimat tertentu, setting panggung, sampai atribut-atribut kampanye. Semua sisi tak lepas dari konsep untuk membangun sebuah pencitraan yang diinginkan. Sementara kedua pasang pesaingnya cenderung apa adanya, dan hanya mengandalkan pada kekuatan ideologi, faktor loyalitas, dan isu-isu kampanye yang masih meragukan di mata publik.
Dalam kultur masyarakat kita yang cenderung ’’melodramatik”, faktor pesona outlook dari sosok calon memang masih dominan dalam menentukan pilihan. Faktor psikososial lain juga ikut mendukung, antara lain karakter masyarakat kita yang tidak mau mengambil risiko dengan pilihan pemimpin baru. Maka, meskipun kinernya belum memuaskan, seorang incumbent cenderung cenderung dipilih lagi, asal dia tidak "neka-neka".
Ditambah lagi dengan konsep-konsep iklan di segala jenis media yang begitu menyentuh dan persuasif. Maka pantas saja jika untuk hasil kerja yang sangat profesional itu Fox Indonesia dikabarkan mendapatkan dana tak kurang dari Rp 200 miliar. Dan harus diakui, secara pribadi SBY sendiri memang memiliki bakat yang tinggi dalam bersolek di depan media.
Maka kemenangan sementara ini sudah menjadi bukti akan kemenangan politik pencitraan dibanding politik aliran atau ideologi yang lebih mengandalkan dukungan dari basis massa dan pilihan berdasar emosionalitas.
Sihir PR
Meski jurus "sihir" yang dilakukan Fox Indonesia merupakan hal baru dalam kompetisi politik di Indonesia, namun ilmu "sihir" public relations sudah lama ditulis oleh Edwad L. Bernays dalam buku klasiknya "The Father of Public Relations" dan "Propaganda". Bagaimana melakukan kontrol terhadap massa, merekayasa persetujuan dengan massa, memanipulasi massa secara cerdas dan sadar, serta membentuk opini publik, merupakan teknik yang mutlak harus dikuasai oleh tim sukses calon yang berkompetisi dalam politik.
Dari aspek ketokohan yang berbasis pencitraan (image building), kubu SBYBoediono terbukti jauh lebih unggul dibanding dua pasangan pesaingnya yang lebih mendasarkan pencitraan pada basis isu, seperti Mega-Pro dengan ekonomi kerakyatan dan JK-Win dengan kemandirian bangsa serta kecepatan.
Strategi pencitraan yang cerdas dan komprehensif rancangan Fox Indonesia terbukti ampuh. Sosok SBY dilukiskan sebagai tokoh yang benar-benar ideal. Ia sederhana, datang dari rakyat kebanyakan, pemimpin keluarga yang berhasil, penuh prestasi, diakui dunia, santun, jujur, dan mengabdi tanpa memperkaya diri. Begitu pula dengan pelukisan terhadap sang cawapres, Boediono.
Maka tak mengherankan jika hasil survei "exit pool" Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan pasangan SBY-Boediono mendapat dukungan terbesar dari lima suku bangsa di Indonesia. Pemilih yang berasal dari suku Minang (86%), Bugis (28%), Sunda (65%), Jawa (64%), dan Melayu (62%). Sedangkan pasangan Mega-Pro mendapat dukungan pemilih dari suku Jawa (32%), Melayu (28%), Sunda (27%), Minang sekitar 6%, dan Bugis sekitar 2%. Pasangan JK-Win mendapatkan dukungan pemilih dari suku Bugis (70%), Melayu (14%), Minang (9%), Sunda (8%) dan Jawa (7%).
Sedangkan pilihan capres/cawapres menurut wilayah agama, pasangan SBY mendapat dukungan dari Islam sekitar 62%, Kristen 52%, Katolik 48%, dan Hindu 46%. Pasangan Mega-Pro lebih besar mendapat dukungan dari agama Hindu sekitar 53%, Katolik 46%, Kristen 42%, dan Islam sekitar 24%. Selanjutnya, pasangan JK-Win mendapat dukungan dari pemilih Islam 13%, Kristen 6%, Katolik dan Hindu masingmasing hanya 1%.
Perlu diketahui, "exit poll" merupakan sistem survei untuk mengetahui keterpilihan pasangan capres/cawapres dengan cara mewawancarai sebagian dari pemilih yang baru selesai menggunakan hak pilihnya di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Dengan demikian, "exit poll" tidak hanya menampilkan angka statistik, tetapi juga berusaha menampilkan profil dari pemilih mulai dari alasan memilih, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan jenis kelamin pemilih.
Matinya politik aliran
Selain "sihir" pencitraan, sisi lain yang layak dicatat dari "kemenangan" SBY-Boediono adalah fenomena terjadinya pergeseran, bahkan kematian politik aliran. Dalam kultur masyarakat kita, politik aliran merupakan salah satu bentuk dari politik primordial. Dalam arti, sikap atau perilaku politik tumbuh dan hidup dari keyakinan keagamaan seseorang.
"Pakem" yang selama ini dipercayai menyebutkan adanya dua tema yang dikotomis, yakni santri (keagamaan/Islam) dan nasionalis. Sejak tahun 1950-an, kaum santri membentuk dan mendukung partai-partai Islam, seperti Partai Nahdlatul Ulama (NU) dan Masyumi. Sedangkan kaum abangan membentuk dan mendukung partai-partai "nasionalis", seperti PNI dan PKI.
Dalam konteks saat ini, dua aliran dikotomis itu jelas tidak pas lagi. Yang mungkin tepat adalah "partai-partai Islam" dan "partai-partai sekuler". Meski menjelanbg pilpres, masih ada upaya-upaya untuk menegaskan eksistensi politik lairan, meski ternyata tidak laku lagi. Lihat saja penolakan Amien Rais terhadap Boediono sebagai cawapres bagi SBY.
Menurut Amien, pemasangan SBY dan Boediono bertentangan dengan "pakem klasik" politik Indonesia, yakni komposisi Islam-nasionalis, dan faktor Jawa-luar Jawa. Demikian juga dengan reaksi keras sejumlah petinggi PKS yang menilai pemilihan Boediono tidak sesuai dengan aspirasi politik umat (Islam).
Ditinjau dari aspek politik aliran, sesungguhnya pasangan JK-Wiranto yang paling ideal. JK dinilai lebih merepresentasikan aspirasi umat Islam, karena pernah menjadi aktivis HMI dan dikenal dekat dengan kalangan NU maupun Muhammadiyah. Belum lagi ditunjang dengan istri JK dan istri Wiranto yang keduanya berjilbab. Dari faktor Jawa-luar Jawa serta sipil-militer pun, pasangan JK-Win tampak ideal. Namun hasil sementara Pilpres 2009 telah menunjukkan sebuah kenyataan politik yang barangkali di luar ekspektasi banyak orang. Pakem klasik politik negeri ini telah menunjukkan perubahan secara pasti.
Politik aliran, bahkan ideologi, tidak lagi bisa dijadikan patokan. Kegesitan Jusuf Kalla bergerilya di kantong-kantong massa Islam selama masa kampanye pilpres seolah sia-sia saja. Meski tak bisa dipungkiri faktor fragmentasi di internal Partai Golkar juga memberikan andil cukup besar dalam mengantar keterpurukan pasangan "Nusantara" tersebut.
Harus diakui, deideologisasi partai politik sudah terjadi sejak Orde Baru berkuasa. Dan kini, hasil sementara Pilpres 2009 telah menjadi bukti akan matinya, atau minimal tidak relevannya lagi, politik aliran serta politik primordial di negeri ini.
Namun sudahkah kita mulai memasuki era kedewasaan berdemokrasi, yang ditandai dengan pilihan rasional, objektif, dan cerdas? Masih harus kita buktikan, apakah pilpres kali ini benarbenar berlangsung secara luber dan jurdil.
(Wawasan, 13 Juli 2009)
Harus diakui, hasil sementara Pilpres 2009 yang menempatkan pasangan SBY-Boediono unggul mutlak dibanding dua pasangan pesaingnya, tidak terlepas dari ’’sihir” PR yang dirancang dengan sangat cerdas dan dilakukan jauh sebelum pelaksanaan Pilpres 8 Juli 2009. Kinerja konsultan media dan politik, Fox Indonesia, sebagai konseptor dan pelaksana ’’sihir” kubu SBY-Boediono memang layak diacungi jempol.
Berbagai kegiatan pencitraan yang dilakukan SBY maupun iklan-iklan kampanye yang ditebar melalui media media cetak, elektronik, spanduk, selebaran, baliho, dan lain-lain, sungguh telah melahirkan ’’sihir” nan dahsyat terhadap seluruh lapisan masyarakat. Bahkan ’’sihir” itu bersifat lintas usia, suku, agama, golongan, dan partai politik.
Strategi Fox Indonesia yang notabene hanya ’’menjual” dan ’’mengeksploitasi” sosok SBY sebagai magnet utama selama masa kampanye pilpres, tampaknya merupakan pilihan tepat dan cerdas. Kepintaran, kegagahan, dan kewibawaan SBY di sempurnakan dengan jurus-jurus PR yang mengatur segala aspek, mulai dari cara tersenyum, gerak tangan, warna baju, nada bicara, intonasi pada kalimat-kalimat tertentu, setting panggung, sampai atribut-atribut kampanye. Semua sisi tak lepas dari konsep untuk membangun sebuah pencitraan yang diinginkan. Sementara kedua pasang pesaingnya cenderung apa adanya, dan hanya mengandalkan pada kekuatan ideologi, faktor loyalitas, dan isu-isu kampanye yang masih meragukan di mata publik.
Dalam kultur masyarakat kita yang cenderung ’’melodramatik”, faktor pesona outlook dari sosok calon memang masih dominan dalam menentukan pilihan. Faktor psikososial lain juga ikut mendukung, antara lain karakter masyarakat kita yang tidak mau mengambil risiko dengan pilihan pemimpin baru. Maka, meskipun kinernya belum memuaskan, seorang incumbent cenderung cenderung dipilih lagi, asal dia tidak "neka-neka".
Ditambah lagi dengan konsep-konsep iklan di segala jenis media yang begitu menyentuh dan persuasif. Maka pantas saja jika untuk hasil kerja yang sangat profesional itu Fox Indonesia dikabarkan mendapatkan dana tak kurang dari Rp 200 miliar. Dan harus diakui, secara pribadi SBY sendiri memang memiliki bakat yang tinggi dalam bersolek di depan media.
Maka kemenangan sementara ini sudah menjadi bukti akan kemenangan politik pencitraan dibanding politik aliran atau ideologi yang lebih mengandalkan dukungan dari basis massa dan pilihan berdasar emosionalitas.
Sihir PR
Meski jurus "sihir" yang dilakukan Fox Indonesia merupakan hal baru dalam kompetisi politik di Indonesia, namun ilmu "sihir" public relations sudah lama ditulis oleh Edwad L. Bernays dalam buku klasiknya "The Father of Public Relations" dan "Propaganda". Bagaimana melakukan kontrol terhadap massa, merekayasa persetujuan dengan massa, memanipulasi massa secara cerdas dan sadar, serta membentuk opini publik, merupakan teknik yang mutlak harus dikuasai oleh tim sukses calon yang berkompetisi dalam politik.
Dari aspek ketokohan yang berbasis pencitraan (image building), kubu SBYBoediono terbukti jauh lebih unggul dibanding dua pasangan pesaingnya yang lebih mendasarkan pencitraan pada basis isu, seperti Mega-Pro dengan ekonomi kerakyatan dan JK-Win dengan kemandirian bangsa serta kecepatan.
Strategi pencitraan yang cerdas dan komprehensif rancangan Fox Indonesia terbukti ampuh. Sosok SBY dilukiskan sebagai tokoh yang benar-benar ideal. Ia sederhana, datang dari rakyat kebanyakan, pemimpin keluarga yang berhasil, penuh prestasi, diakui dunia, santun, jujur, dan mengabdi tanpa memperkaya diri. Begitu pula dengan pelukisan terhadap sang cawapres, Boediono.
Maka tak mengherankan jika hasil survei "exit pool" Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan pasangan SBY-Boediono mendapat dukungan terbesar dari lima suku bangsa di Indonesia. Pemilih yang berasal dari suku Minang (86%), Bugis (28%), Sunda (65%), Jawa (64%), dan Melayu (62%). Sedangkan pasangan Mega-Pro mendapat dukungan pemilih dari suku Jawa (32%), Melayu (28%), Sunda (27%), Minang sekitar 6%, dan Bugis sekitar 2%. Pasangan JK-Win mendapatkan dukungan pemilih dari suku Bugis (70%), Melayu (14%), Minang (9%), Sunda (8%) dan Jawa (7%).
Sedangkan pilihan capres/cawapres menurut wilayah agama, pasangan SBY mendapat dukungan dari Islam sekitar 62%, Kristen 52%, Katolik 48%, dan Hindu 46%. Pasangan Mega-Pro lebih besar mendapat dukungan dari agama Hindu sekitar 53%, Katolik 46%, Kristen 42%, dan Islam sekitar 24%. Selanjutnya, pasangan JK-Win mendapat dukungan dari pemilih Islam 13%, Kristen 6%, Katolik dan Hindu masingmasing hanya 1%.
Perlu diketahui, "exit poll" merupakan sistem survei untuk mengetahui keterpilihan pasangan capres/cawapres dengan cara mewawancarai sebagian dari pemilih yang baru selesai menggunakan hak pilihnya di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Dengan demikian, "exit poll" tidak hanya menampilkan angka statistik, tetapi juga berusaha menampilkan profil dari pemilih mulai dari alasan memilih, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan jenis kelamin pemilih.
Matinya politik aliran
Selain "sihir" pencitraan, sisi lain yang layak dicatat dari "kemenangan" SBY-Boediono adalah fenomena terjadinya pergeseran, bahkan kematian politik aliran. Dalam kultur masyarakat kita, politik aliran merupakan salah satu bentuk dari politik primordial. Dalam arti, sikap atau perilaku politik tumbuh dan hidup dari keyakinan keagamaan seseorang.
"Pakem" yang selama ini dipercayai menyebutkan adanya dua tema yang dikotomis, yakni santri (keagamaan/Islam) dan nasionalis. Sejak tahun 1950-an, kaum santri membentuk dan mendukung partai-partai Islam, seperti Partai Nahdlatul Ulama (NU) dan Masyumi. Sedangkan kaum abangan membentuk dan mendukung partai-partai "nasionalis", seperti PNI dan PKI.
Dalam konteks saat ini, dua aliran dikotomis itu jelas tidak pas lagi. Yang mungkin tepat adalah "partai-partai Islam" dan "partai-partai sekuler". Meski menjelanbg pilpres, masih ada upaya-upaya untuk menegaskan eksistensi politik lairan, meski ternyata tidak laku lagi. Lihat saja penolakan Amien Rais terhadap Boediono sebagai cawapres bagi SBY.
Menurut Amien, pemasangan SBY dan Boediono bertentangan dengan "pakem klasik" politik Indonesia, yakni komposisi Islam-nasionalis, dan faktor Jawa-luar Jawa. Demikian juga dengan reaksi keras sejumlah petinggi PKS yang menilai pemilihan Boediono tidak sesuai dengan aspirasi politik umat (Islam).
Ditinjau dari aspek politik aliran, sesungguhnya pasangan JK-Wiranto yang paling ideal. JK dinilai lebih merepresentasikan aspirasi umat Islam, karena pernah menjadi aktivis HMI dan dikenal dekat dengan kalangan NU maupun Muhammadiyah. Belum lagi ditunjang dengan istri JK dan istri Wiranto yang keduanya berjilbab. Dari faktor Jawa-luar Jawa serta sipil-militer pun, pasangan JK-Win tampak ideal. Namun hasil sementara Pilpres 2009 telah menunjukkan sebuah kenyataan politik yang barangkali di luar ekspektasi banyak orang. Pakem klasik politik negeri ini telah menunjukkan perubahan secara pasti.
Politik aliran, bahkan ideologi, tidak lagi bisa dijadikan patokan. Kegesitan Jusuf Kalla bergerilya di kantong-kantong massa Islam selama masa kampanye pilpres seolah sia-sia saja. Meski tak bisa dipungkiri faktor fragmentasi di internal Partai Golkar juga memberikan andil cukup besar dalam mengantar keterpurukan pasangan "Nusantara" tersebut.
Harus diakui, deideologisasi partai politik sudah terjadi sejak Orde Baru berkuasa. Dan kini, hasil sementara Pilpres 2009 telah menjadi bukti akan matinya, atau minimal tidak relevannya lagi, politik aliran serta politik primordial di negeri ini.
Namun sudahkah kita mulai memasuki era kedewasaan berdemokrasi, yang ditandai dengan pilihan rasional, objektif, dan cerdas? Masih harus kita buktikan, apakah pilpres kali ini benarbenar berlangsung secara luber dan jurdil.
(Wawasan, 13 Juli 2009)
Rabu, 01 Juli 2009
Langkah Tepat Hindari Stroke
STROKE disebabkan oleh terjadinya gangguan aliran darah ke otak. Gangguan aliran darah ini bisa disebabkan oleh pengentalan darah di pembuluh darah atau akibat pecahnya pembuluh darah. Saat terjadi stroke atau serangan otak, sel-sel di area tersebut akan segera mati. Sel-sel ini biasanya mati dalam hitungan menit atau beberapa jam kemudian setelah serangan stroke. Stroke ini, seperti yang Anda ketahui, akan menyebabkan kelumpuhan baik di sebagian atau seluruh tubuh. Berita baiknya, stroke bisa dicegah dengan menerapkan beberapa langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa panduan yang bisa Anda coba dalam mencegah penyakit dengan segudang dampak negatif ini.
Kontrol tekanan darah Anda. Hipertensi dikenal dengan silent killer karena penderitanya seringkali tidak menyadari kalau mereka menderita darah tinggi. Hipertensi bisa meningkatkan risiko mengalami stroke hingga 6 kali lipat. Akan tetapi, hipertensi merupakan salah satu penyebab utama stroke yang bisa dikontrol. Karena itu, ada baiknya memeriksa tekanan darah secara teratur. Dengan begitu, Anda bisa mmenerapkan langkah-langkah untuk menjaga tekanan darah agar tetap normal.
Kenali gejala artial fibrillation (AF). AF merupakan salah satu bentuk kelainan detak jantung yang disebabkan oleh dua bilik jantung bagian atas berdetak dengan cepat dan tidak bisa diprediksi. Hal ini akan menghasilkan detak jantung yang tidak teratur. AF meningkatkan risiko stroke karena memungkinkan darah terkumpul di jantung. Saat darah terkumpul, darah akan cenderung mengental. Darah yang mengental ini akan dialirkan ke otak dan menyebabkan penyumbatan pemicu stroke.
Normalnya, keempat bilik jantung berdetak antara 60 dan 100 kali setiap menit. Sedang pada penderita AF, bilik jantung bagian kiri bisa berdetak 400 kali dalam semenit. Jika tidak ditangani, AF bisa meningkatkan risiko stroke hingga 4-6 kali.
Jangan merokok. Merokok akan menggandakan risiko Anda mengalami stroke. Rokok bisa merusak dinding pembuluh darah, mempercepat penyumbatan arteri dengan berbagai deposit, serta meningkatkan tekanan darah dan memaksa jantung bekerja lebih keras.
Batasi konsumsi alkohol. Beberapa studi menemukan, konsumsi alkohol berlebih berkaitan dengan stroke. Jadi, jika harus minum alkohol, pastikan tidak lebih dari jumlah sedang. Jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, menurut hasil studi baru-baru ini, alkohol bisa melindungi dari serangan stroke dengan cara meningkatkan jumlah anti pengentalan dalam darah.
Kontrol kadar kolesterol Anda. Kadar kolesterol tinggi dalam darah bisa memicu pembentukan plak di dalam arteri. Penyumbatan arteri akan menyebabkan serangan jantung atau stroke. Pastikan kadar kolesterol Anda tidak lebih dari 200.
Kontrol diabetes. Diabetes juga meningkatkan risiko stroke. Karena itu, selain menjaga agar diabetes tidak memburuk, Anda juga turut mencegah stroke.
Olahraga teratur. Usahakan olahraga paling tidak 30 menit sehari. Tidak harus olahraga di gym atau olahraga khusus, jalan cepat atau berkebun dan membersihkan rumah juga termasuk latihan fisik.
Atasi gangguan peredaran darah. Gangguan pembuluh darah yang menyuplai makanan dan oksigen ke otak merupakan salah satu pemicu stroke. Gangguan peredaran darah ini termasuk atherosclerosis atau penyumbatan arteri dan anemia kronis.
Pertahankan asupan sodium dan lemak rendah. Perbanyak konsumsi buah, sayuran dan whole grain serta protein dalam jumlah sedang setiap harinya.
Kenali gejala stroke. Berikut 5 gejala stroke yang paling umum:
1. Kesemutan tiba-tiba di wajah, lengan atau kaki, khususnya jika hanya pada sebagian badan
2. Tiba-tiba kebingungan, kesulitan bicara atau memahami pembicaraan
3. Gangguan penglihatan tiba-tiba, baik pada satu atau kedua mata
4. Kesulitan berjalan tiba-tiba, pusing, kehilangan keseimbangan
5. Sakit kepala kronis tiba-tiba tanpa sebab yang jelas
Kontrol tekanan darah Anda. Hipertensi dikenal dengan silent killer karena penderitanya seringkali tidak menyadari kalau mereka menderita darah tinggi. Hipertensi bisa meningkatkan risiko mengalami stroke hingga 6 kali lipat. Akan tetapi, hipertensi merupakan salah satu penyebab utama stroke yang bisa dikontrol. Karena itu, ada baiknya memeriksa tekanan darah secara teratur. Dengan begitu, Anda bisa mmenerapkan langkah-langkah untuk menjaga tekanan darah agar tetap normal.
Kenali gejala artial fibrillation (AF). AF merupakan salah satu bentuk kelainan detak jantung yang disebabkan oleh dua bilik jantung bagian atas berdetak dengan cepat dan tidak bisa diprediksi. Hal ini akan menghasilkan detak jantung yang tidak teratur. AF meningkatkan risiko stroke karena memungkinkan darah terkumpul di jantung. Saat darah terkumpul, darah akan cenderung mengental. Darah yang mengental ini akan dialirkan ke otak dan menyebabkan penyumbatan pemicu stroke.
Normalnya, keempat bilik jantung berdetak antara 60 dan 100 kali setiap menit. Sedang pada penderita AF, bilik jantung bagian kiri bisa berdetak 400 kali dalam semenit. Jika tidak ditangani, AF bisa meningkatkan risiko stroke hingga 4-6 kali.
Jangan merokok. Merokok akan menggandakan risiko Anda mengalami stroke. Rokok bisa merusak dinding pembuluh darah, mempercepat penyumbatan arteri dengan berbagai deposit, serta meningkatkan tekanan darah dan memaksa jantung bekerja lebih keras.
Batasi konsumsi alkohol. Beberapa studi menemukan, konsumsi alkohol berlebih berkaitan dengan stroke. Jadi, jika harus minum alkohol, pastikan tidak lebih dari jumlah sedang. Jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, menurut hasil studi baru-baru ini, alkohol bisa melindungi dari serangan stroke dengan cara meningkatkan jumlah anti pengentalan dalam darah.
Kontrol kadar kolesterol Anda. Kadar kolesterol tinggi dalam darah bisa memicu pembentukan plak di dalam arteri. Penyumbatan arteri akan menyebabkan serangan jantung atau stroke. Pastikan kadar kolesterol Anda tidak lebih dari 200.
Kontrol diabetes. Diabetes juga meningkatkan risiko stroke. Karena itu, selain menjaga agar diabetes tidak memburuk, Anda juga turut mencegah stroke.
Olahraga teratur. Usahakan olahraga paling tidak 30 menit sehari. Tidak harus olahraga di gym atau olahraga khusus, jalan cepat atau berkebun dan membersihkan rumah juga termasuk latihan fisik.
Atasi gangguan peredaran darah. Gangguan pembuluh darah yang menyuplai makanan dan oksigen ke otak merupakan salah satu pemicu stroke. Gangguan peredaran darah ini termasuk atherosclerosis atau penyumbatan arteri dan anemia kronis.
Pertahankan asupan sodium dan lemak rendah. Perbanyak konsumsi buah, sayuran dan whole grain serta protein dalam jumlah sedang setiap harinya.
Kenali gejala stroke. Berikut 5 gejala stroke yang paling umum:
1. Kesemutan tiba-tiba di wajah, lengan atau kaki, khususnya jika hanya pada sebagian badan
2. Tiba-tiba kebingungan, kesulitan bicara atau memahami pembicaraan
3. Gangguan penglihatan tiba-tiba, baik pada satu atau kedua mata
4. Kesulitan berjalan tiba-tiba, pusing, kehilangan keseimbangan
5. Sakit kepala kronis tiba-tiba tanpa sebab yang jelas
Senin, 01 Juni 2009
Alim Markus, Dari Lampu Teplok, Jadi Raja Panci
Sebagian besar ibu rumah tangga pasti pernah memakai produk Maspion. Namun, tak banyak yang tahu bahwa nama besar Maspion berawal dari pabrik lampu teplok yang dibesarkan protolan SMP di sebuah rumah petak 4 x4.
---
Maspion dan Alim Markus adalah dua nama yang tak terpisahkan. Orang kini mengenal Maspion sebagai salah satu kelompok usaha besar asal Jawa Timur, yang tak hanya berkutat di industri peralatan rumah tanga, namun juga menjamah perbankan, real estat, hingga properti. Sedangkan Alim Markus adalah nahkoda dibalik semua sukses itu. Pria berperawakan sedang ini rela mengorbankan pendidikan dan masa kecilnya saat mulai berkiprah di dunia bisnis.
Alim Markus dilahirkan 57 tahun lalu, tepatnya 24 September 1951 di sebuah rumah petak seluas 4x4 meter persegi di Jalan Kapasan Gang II nomor 22. Karena minimnya ukuran rumah, Alim Markus yang kini memimpin grup usaha yang terdiri dari 53 perusahaan itu harus hidup uyel-uyelan dengan ayah, ibu, dan ketiga adiknya. "Jika salah anggota keluarga buang air kecil, baunya langsung ke mana-mana," ujar Alim Markus sambil terkekeh saat ditemui di kantor Maspion Kembang Jepun, Surabaya, pekan lalu.
Markus muda tak betah terus hidup susah. Sebagai anak tertua di keluarga, Markus bertekad merubah nasibnya dengan bekerja sekeras mungkin. "Saya nekat berhenti sekolah sebelum lulus SMP, saya ingin jadi pengusaha kuat. Karena itu saya memilih serius membantu orang tua bekerja dari jam lima pagi sampai tujuh malam," tutur pengusaha yang hingga kini menjabat ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jatim itu.
Markus kemudian mengerahkan seluruh upayanya membesarkan usaha UD Logam Djawa yang didirikan ayahnya Alim Husin pada Oktober 1965, di daerah Pecindilan, Surabaya. UD Logam Djawa awalnya memproduksi lampu teplok. Alim Husin ketika itu sanggup memproduksi 300 lusin lampu teplok perhari.
Saat Alim Markus terjun total membantu bisnis sang ayah, dia masih berumur belia, 15 tahun. Ketika anak seusianya memuaskan gairah anak muda, Alim Markus menjalani semua aktivitas buruh pabrik. Mulai dari ngepel lantai sampai menangani pekerjaan staf administrasi, staf keuangan, dan lain-lain. Markus juga sempat juga terlibat dalam pemasaran. Dengan sepeda pancal dia berkeliling menjajakan barang ke toko-toko di daerah Pabean dan Pasar Turi.
Setelah bekerja keras lima tahun lebih, keluarga Markus mulai memetik hasil. Minat masyarakat sekitar semakin bertambah, produk dari UD Logam Djawa makin laris. Akhirnya pada 1972 didirikan Maspion yang berarti Mengajak Anda Selalu Percaya Industri Olahan Nasional. Pada tahun itu juga, Markus memiliki mobil pertamanya yakni Holden. Markus juga memboyong keluarganya dari rumah petak ke rumah cukup besar di kawasan yang lebih elit yakni di Embong Tanjung No. 5, yang dia tinggali sampai sekarang. Perusahaan pun dipindah ke daerah Gedangan, Sidoarjo. Alim Husin, yang mulai yakin terhadap kemampuan anak-anaknya, secara perlahan mulai menarik diri dari panggung. Dan sebagai putra tertua, Alim Markus muda yang ditunjuk langsung sebagai presiden direktur, sedangkan Alim Husin sebagai Chairman. Saudara kandung lainnya Alim Mulia Sastra, Alim Satria, dan Alim Prakasa masing-masing didudukan sebagai direktur pengelola. (lucky nur hidayat/kim)
Kata kolega
Sederhana tetapi berkarakter sehingga banyak orang yang segan dan menjadikannya panutan.''
Henry J. Gunawan, Presdir PT Surya Inti Permata Tbk
Alim tetap ulet bekerja keras dengan jujur walau dulu banyak pengusaha yang memakai dana BLBI.''
Erlangga Satriagung, Ketua Kadin Jatim
---
BIODATA
Nama: Alim Markus
Lahir: Surabaya, 24 September 1951
Jabatan:Presiden Direktur Grup Maspion
Orangtua:Ayah Alim Husin, Ibu Angkasa Rachmawati
Istri: Sriyanti
Anak:Enam Orang
Saudara kandung:Alim Mulia Sastra, Alim Satria, dan Alim Prakasa
Pendidikan: Kelas 3 SMP tidak selesai
Anak perusahaan : 53
Bidang Usaha : produk kebutuhan rumah tangga, konstruksi, material, dan industri, property, gedung perkantoran dan mal, dan jasa keuangan
Karyawan : 30.000 orang
(Jawa Pos, 1 Juni 2009)
---
Maspion dan Alim Markus adalah dua nama yang tak terpisahkan. Orang kini mengenal Maspion sebagai salah satu kelompok usaha besar asal Jawa Timur, yang tak hanya berkutat di industri peralatan rumah tanga, namun juga menjamah perbankan, real estat, hingga properti. Sedangkan Alim Markus adalah nahkoda dibalik semua sukses itu. Pria berperawakan sedang ini rela mengorbankan pendidikan dan masa kecilnya saat mulai berkiprah di dunia bisnis.
Alim Markus dilahirkan 57 tahun lalu, tepatnya 24 September 1951 di sebuah rumah petak seluas 4x4 meter persegi di Jalan Kapasan Gang II nomor 22. Karena minimnya ukuran rumah, Alim Markus yang kini memimpin grup usaha yang terdiri dari 53 perusahaan itu harus hidup uyel-uyelan dengan ayah, ibu, dan ketiga adiknya. "Jika salah anggota keluarga buang air kecil, baunya langsung ke mana-mana," ujar Alim Markus sambil terkekeh saat ditemui di kantor Maspion Kembang Jepun, Surabaya, pekan lalu.
Markus muda tak betah terus hidup susah. Sebagai anak tertua di keluarga, Markus bertekad merubah nasibnya dengan bekerja sekeras mungkin. "Saya nekat berhenti sekolah sebelum lulus SMP, saya ingin jadi pengusaha kuat. Karena itu saya memilih serius membantu orang tua bekerja dari jam lima pagi sampai tujuh malam," tutur pengusaha yang hingga kini menjabat ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jatim itu.
Markus kemudian mengerahkan seluruh upayanya membesarkan usaha UD Logam Djawa yang didirikan ayahnya Alim Husin pada Oktober 1965, di daerah Pecindilan, Surabaya. UD Logam Djawa awalnya memproduksi lampu teplok. Alim Husin ketika itu sanggup memproduksi 300 lusin lampu teplok perhari.
Saat Alim Markus terjun total membantu bisnis sang ayah, dia masih berumur belia, 15 tahun. Ketika anak seusianya memuaskan gairah anak muda, Alim Markus menjalani semua aktivitas buruh pabrik. Mulai dari ngepel lantai sampai menangani pekerjaan staf administrasi, staf keuangan, dan lain-lain. Markus juga sempat juga terlibat dalam pemasaran. Dengan sepeda pancal dia berkeliling menjajakan barang ke toko-toko di daerah Pabean dan Pasar Turi.
Setelah bekerja keras lima tahun lebih, keluarga Markus mulai memetik hasil. Minat masyarakat sekitar semakin bertambah, produk dari UD Logam Djawa makin laris. Akhirnya pada 1972 didirikan Maspion yang berarti Mengajak Anda Selalu Percaya Industri Olahan Nasional. Pada tahun itu juga, Markus memiliki mobil pertamanya yakni Holden. Markus juga memboyong keluarganya dari rumah petak ke rumah cukup besar di kawasan yang lebih elit yakni di Embong Tanjung No. 5, yang dia tinggali sampai sekarang. Perusahaan pun dipindah ke daerah Gedangan, Sidoarjo. Alim Husin, yang mulai yakin terhadap kemampuan anak-anaknya, secara perlahan mulai menarik diri dari panggung. Dan sebagai putra tertua, Alim Markus muda yang ditunjuk langsung sebagai presiden direktur, sedangkan Alim Husin sebagai Chairman. Saudara kandung lainnya Alim Mulia Sastra, Alim Satria, dan Alim Prakasa masing-masing didudukan sebagai direktur pengelola. (lucky nur hidayat/kim)
Kata kolega
Sederhana tetapi berkarakter sehingga banyak orang yang segan dan menjadikannya panutan.''
Henry J. Gunawan, Presdir PT Surya Inti Permata Tbk
Alim tetap ulet bekerja keras dengan jujur walau dulu banyak pengusaha yang memakai dana BLBI.''
Erlangga Satriagung, Ketua Kadin Jatim
---
BIODATA
Nama: Alim Markus
Lahir: Surabaya, 24 September 1951
Jabatan:Presiden Direktur Grup Maspion
Orangtua:Ayah Alim Husin, Ibu Angkasa Rachmawati
Istri: Sriyanti
Anak:Enam Orang
Saudara kandung:Alim Mulia Sastra, Alim Satria, dan Alim Prakasa
Pendidikan: Kelas 3 SMP tidak selesai
Anak perusahaan : 53
Bidang Usaha : produk kebutuhan rumah tangga, konstruksi, material, dan industri, property, gedung perkantoran dan mal, dan jasa keuangan
Karyawan : 30.000 orang
(Jawa Pos, 1 Juni 2009)
Sabtu, 23 Mei 2009
Usia 17 Tahun, Riana Helmi Lulus Sarjana Kedokteran UGM
JOGJA - Prestasi akademis Riana Helmi sungguh luar biasa. Mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) itu mengantongi gelar sarjana kedokteran pada usia 17 tahun 11 bulan. Calon dokter yang tidak suka bermain boneka itu sekaligus pemegang gelar sarjana termuda dalam wisuda UGM Selasa lalu (19/5).
Riana meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,67. Masa kuliahnya tiga tahun enam bulan. Perempuan kelahiran Banda Aceh, 22 Maret 1991, itu masuk Fakultas Kedokteran (FK) UGM Jogjakarta melalui PBS (penelusuran bakat swadana) usia 14 tahun pada 1 September 2005. Dia lulus 25 Februari 2009.
Saat acara wisuda di Grha Sabha Pramana, Rektor UGM Prof Sudjarwadi menyebut nama Rinana dan meminta untuk berdiri. Riana merebut perhatian peserta wisuda. Saat berdiri, Riana masih menjadi pembicaraan. Sosok imut berkerudung itu pun maju untuk menerima penghargaan sebagai lulusan termuda.
Bagaimana perasaannya setelah diwisuda? ''Tentu saja senang dan lega. Alhamdulillah,'' jawab Riana setelah acara wisuda.
Riana lantas membeberkan pengalaman kuliah pada usia relatif belia. Dia menyatakan tidak menemui banyak kesulitan selama menempuh studi di FK UGM. Tugas-tugas yang cukup berat dikerjakan dengan riang. ''Kesulitan sih ada. Tapi, semua bisa diatasi. Kalau di kedokteran, tugasnya memang banyak,'' kata Riana. Saat wisuda, Riana didampingi ayah, ibu, dan seorang adiknya.
Ditanya apakah masih ingin melanjutkan sekolah, Riana mengiyakan. ''Sehabis ini masih ingin terus belajar lagi,'' tutur alumnus dengan skripsi tentang kanker payudara itu, lantas tersenyum manis. Riana ingin mewujudkan cita-citanya sebagai dokter spesialis kandungan.
Sang ayah, Helmi, menyatakan bangga atas prestasi Riana. Menurut Helmi, Riana sejak kecil memang suka belajar. Dia sangat antusias setiap hendak berangkat ke sekolah. Itu terjadi sejak di bangku SD.
Bagi Riana, lanjut Helmi, berangkat sekolah ibarat pergi ke taman bermain. Saat diantar ayahnya ke sekolah dengan sepeda motor, Riana kecil selalu tidak sabar untuk segera turun dan berlari ke dalam sekolah. ''Dia menikmati betul setiap proses belajar,'' tutur perwira polisi pendidik di Sekolah Perwira Polri Lido, Sukabumi, Jawa Barat, itu. ''Oh ya, Riana selalu datang lebih pagi daripada teman-temannya,'' imbuhnya.
Riana mulai masuk SD pada usia 4 tahun. Menurut Helmi, dirinya dan istri tidak pernah memaksa anaknya bersekolah lebih awal. Namun, kecerdasan Riana sudah tampak dari usia tiga tahun. ''Dari usia segitu, dia sudah bisa membaca. Meski sudah malam, dia selalu minta diajari membaca,'' tutur Helmi sambil memandang Riana. Helmi menambahkan, setelah lulus SD, Riana menyelesaikan SMP dan SMA Negeri 3 Sukabumi dengan program akselerasi.
Helmi juga membeberkan, Riana sejak kecil tidak suka bermain boneka. Menurut Helmi, boneka adalah sosok yang mengerikan. Sebab itu, saat anak seusianya sibuk bermain boneka, Riana justru lebih suka belajar membaca. ''Dia takut main boneka. Lihat boneka malah menjerit. Makannya, kerjanya belajar terus,'' papar Helmi, lantas tertawa. (lr/jpnn/agm)
Riana meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,67. Masa kuliahnya tiga tahun enam bulan. Perempuan kelahiran Banda Aceh, 22 Maret 1991, itu masuk Fakultas Kedokteran (FK) UGM Jogjakarta melalui PBS (penelusuran bakat swadana) usia 14 tahun pada 1 September 2005. Dia lulus 25 Februari 2009.
Saat acara wisuda di Grha Sabha Pramana, Rektor UGM Prof Sudjarwadi menyebut nama Rinana dan meminta untuk berdiri. Riana merebut perhatian peserta wisuda. Saat berdiri, Riana masih menjadi pembicaraan. Sosok imut berkerudung itu pun maju untuk menerima penghargaan sebagai lulusan termuda.
Bagaimana perasaannya setelah diwisuda? ''Tentu saja senang dan lega. Alhamdulillah,'' jawab Riana setelah acara wisuda.
Riana lantas membeberkan pengalaman kuliah pada usia relatif belia. Dia menyatakan tidak menemui banyak kesulitan selama menempuh studi di FK UGM. Tugas-tugas yang cukup berat dikerjakan dengan riang. ''Kesulitan sih ada. Tapi, semua bisa diatasi. Kalau di kedokteran, tugasnya memang banyak,'' kata Riana. Saat wisuda, Riana didampingi ayah, ibu, dan seorang adiknya.
Ditanya apakah masih ingin melanjutkan sekolah, Riana mengiyakan. ''Sehabis ini masih ingin terus belajar lagi,'' tutur alumnus dengan skripsi tentang kanker payudara itu, lantas tersenyum manis. Riana ingin mewujudkan cita-citanya sebagai dokter spesialis kandungan.
Sang ayah, Helmi, menyatakan bangga atas prestasi Riana. Menurut Helmi, Riana sejak kecil memang suka belajar. Dia sangat antusias setiap hendak berangkat ke sekolah. Itu terjadi sejak di bangku SD.
Bagi Riana, lanjut Helmi, berangkat sekolah ibarat pergi ke taman bermain. Saat diantar ayahnya ke sekolah dengan sepeda motor, Riana kecil selalu tidak sabar untuk segera turun dan berlari ke dalam sekolah. ''Dia menikmati betul setiap proses belajar,'' tutur perwira polisi pendidik di Sekolah Perwira Polri Lido, Sukabumi, Jawa Barat, itu. ''Oh ya, Riana selalu datang lebih pagi daripada teman-temannya,'' imbuhnya.
Riana mulai masuk SD pada usia 4 tahun. Menurut Helmi, dirinya dan istri tidak pernah memaksa anaknya bersekolah lebih awal. Namun, kecerdasan Riana sudah tampak dari usia tiga tahun. ''Dari usia segitu, dia sudah bisa membaca. Meski sudah malam, dia selalu minta diajari membaca,'' tutur Helmi sambil memandang Riana. Helmi menambahkan, setelah lulus SD, Riana menyelesaikan SMP dan SMA Negeri 3 Sukabumi dengan program akselerasi.
Helmi juga membeberkan, Riana sejak kecil tidak suka bermain boneka. Menurut Helmi, boneka adalah sosok yang mengerikan. Sebab itu, saat anak seusianya sibuk bermain boneka, Riana justru lebih suka belajar membaca. ''Dia takut main boneka. Lihat boneka malah menjerit. Makannya, kerjanya belajar terus,'' papar Helmi, lantas tertawa. (lr/jpnn/agm)
Kamis, 21 Mei 2009
Dua Pejabat Dinas Pendidikan Ditahan
TEMANGGUNG- Setelah melakukan proses penyidikan selama lebih dari 4 bulan, Kejaksaan Negeri Kabupaten Temanggung akhirnya menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan seragam, Selasa (19/5) petang.
Para tersangka adalah Bibit Aminatun, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Suwarno, ketua UPTD Pendidikan Kecamatan Tembarak. Keduanya datang ke kantor kejaksaan secara terpisah dengan didampingi penasihat hukum masing-masing.
Suwarno sudah berada di kantor tersebut sejak pukul 08.30, disusul Bibit yang datang satu setengah jam kemudian. Sejak awal kedatangan, Bibit terlihat sangat tegang dan bahkan sempat terisak saat menunggu di ruang tamu.
Setelah menunggu berjam-jam, mereka akhirnya dibawa ke rutan Temanggung pukul 17.20, dengan menaiki Kijang AA 9584 KE milik Kejari. Saat digiring masuk ke mobil, keduanya menutupi wajah masing-masing dengan koran dan jaket.
Saat konferensi pers, Kajari Temanggung Agus Budi Santoso mengungkapkan kasus itu bermula dari proyek pengadaan seragam dinas bersumber dana APBD TA 2008. Namun dalam pelaksanaannya ditemukan dugaan penyimpangan terkait proses lelang.
’’Saat lelang, tersangka Suwarno yang juga ketua panitia diduga memenangkan pihak rekanan tertentu. Padahal rekanan yang dimenangkan, tidak memenuhi syarat. Sedangkan peran Bibit adalah sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), dan ditengarai ada kerja sama antara keduanya,’’ papar Kajari.
Tak Sesuai Spek
Disamping itu, kualitas kain seragam hasil pengadaan proyek ini juga ditengarai tidak sesuai spesifikasi. Berdasar hasil audit BPKP, dari proyek ini ditemukan nilai kerugian negara sejumlah Rp 250.439.300. Terkait alasan penahanan, Agus menjelaskan secara objektif langkah itu telah sesuai Pasal 21 KUHP yang memerintahkan tersangka dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun untuk ditahan. Sedangkan secara subjektif, keduanya ditahan itu karena dikhawatirkan akan kabur atau menghilangkan barang bukti.
Untuk penyelesaian proses hukum berikutnya, Kajari telah menunjuk 4 orang JPU untuk masing-masing tersangka. Dalam perkara Bibit Aminatun, JPU yang ditunjuk adalah M Helmi Syarif, M Yasin Joko, Masduki, dan Siti Mahanim. Sedangkan tersangka Suwarno, JPU yang akan menuntutnya adalah Masduki, Y Avilla, M Helmi Syarif, dan Hermin.
’’Pemberkasan sudah rampung tadi malam. Kami targetkan kasus ini secepatnya bisa ke PN.’’Para tersangka dijerat Pasal 2 ayat 1 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor, yang memiliki ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan minimal 4 tahun.
Arif Winarno, penasihat hukum Bibit Aminatun mengatakan kliennya akan menghormati segala bentuk proses hukum yang berlaku. Ditanya mengenai kemungkinan penangguhan penahanan, dia belum bisa menjawab. ’’Kita lihat saja nanti,’’ katanya singkat. (J1-50) (Suara Merdeka, 20 Mei 2009)
Para tersangka adalah Bibit Aminatun, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Suwarno, ketua UPTD Pendidikan Kecamatan Tembarak. Keduanya datang ke kantor kejaksaan secara terpisah dengan didampingi penasihat hukum masing-masing.
Suwarno sudah berada di kantor tersebut sejak pukul 08.30, disusul Bibit yang datang satu setengah jam kemudian. Sejak awal kedatangan, Bibit terlihat sangat tegang dan bahkan sempat terisak saat menunggu di ruang tamu.
Setelah menunggu berjam-jam, mereka akhirnya dibawa ke rutan Temanggung pukul 17.20, dengan menaiki Kijang AA 9584 KE milik Kejari. Saat digiring masuk ke mobil, keduanya menutupi wajah masing-masing dengan koran dan jaket.
Saat konferensi pers, Kajari Temanggung Agus Budi Santoso mengungkapkan kasus itu bermula dari proyek pengadaan seragam dinas bersumber dana APBD TA 2008. Namun dalam pelaksanaannya ditemukan dugaan penyimpangan terkait proses lelang.
’’Saat lelang, tersangka Suwarno yang juga ketua panitia diduga memenangkan pihak rekanan tertentu. Padahal rekanan yang dimenangkan, tidak memenuhi syarat. Sedangkan peran Bibit adalah sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), dan ditengarai ada kerja sama antara keduanya,’’ papar Kajari.
Tak Sesuai Spek
Disamping itu, kualitas kain seragam hasil pengadaan proyek ini juga ditengarai tidak sesuai spesifikasi. Berdasar hasil audit BPKP, dari proyek ini ditemukan nilai kerugian negara sejumlah Rp 250.439.300. Terkait alasan penahanan, Agus menjelaskan secara objektif langkah itu telah sesuai Pasal 21 KUHP yang memerintahkan tersangka dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun untuk ditahan. Sedangkan secara subjektif, keduanya ditahan itu karena dikhawatirkan akan kabur atau menghilangkan barang bukti.
Untuk penyelesaian proses hukum berikutnya, Kajari telah menunjuk 4 orang JPU untuk masing-masing tersangka. Dalam perkara Bibit Aminatun, JPU yang ditunjuk adalah M Helmi Syarif, M Yasin Joko, Masduki, dan Siti Mahanim. Sedangkan tersangka Suwarno, JPU yang akan menuntutnya adalah Masduki, Y Avilla, M Helmi Syarif, dan Hermin.
’’Pemberkasan sudah rampung tadi malam. Kami targetkan kasus ini secepatnya bisa ke PN.’’Para tersangka dijerat Pasal 2 ayat 1 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor, yang memiliki ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan minimal 4 tahun.
Arif Winarno, penasihat hukum Bibit Aminatun mengatakan kliennya akan menghormati segala bentuk proses hukum yang berlaku. Ditanya mengenai kemungkinan penangguhan penahanan, dia belum bisa menjawab. ’’Kita lihat saja nanti,’’ katanya singkat. (J1-50) (Suara Merdeka, 20 Mei 2009)
Langganan:
Postingan (Atom)
Arsip Blog
-
▼
2012
(6)
- ▼ 09/30 - 10/07 (2)
- ► 09/23 - 09/30 (1)
- ► 09/16 - 09/23 (1)
- ► 03/18 - 03/25 (2)
-
►
2011
(2)
- ► 03/20 - 03/27 (2)
-
►
2009
(30)
- ► 12/06 - 12/13 (1)
- ► 11/29 - 12/06 (1)
- ► 09/06 - 09/13 (1)
- ► 07/12 - 07/19 (1)
- ► 06/28 - 07/05 (1)
- ► 05/31 - 06/07 (1)
- ► 05/17 - 05/24 (2)
- ► 05/03 - 05/10 (1)
- ► 03/22 - 03/29 (1)
- ► 03/15 - 03/22 (2)
- ► 02/01 - 02/08 (4)
- ► 01/25 - 02/01 (2)
- ► 01/18 - 01/25 (3)
- ► 01/11 - 01/18 (6)
- ► 01/04 - 01/11 (3)
-
►
2008
(7)
- ► 12/28 - 01/04 (5)
- ► 12/21 - 12/28 (2)